Jumat, 01 Januari 2010

Gus Dur Dimakamkan di Kompleks Ponpes Tebuireng Jombang

JP. Jum'at, 01 Januari 2010

ALMARHUM KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kemarin (31/12) dimakamkan di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Pemakaman mantan ketua umum PB NU tiga periode itu dilaksanakan dengan upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pemakaman keluarga itu terletak di dalam kompleks Ponpes Tebuireng. Tepatnya di belakang Wisma Hadji Kalla, gedung yang diresmikan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Oktober 2007. Makam mantan ketua Dewan Syura DPP PKB itu berada di sebelah utara makam KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri Ponpes Tebuireng yang tak lain kakek Gus Dur. Berpasangan dengan makam KH Hasyim Asy'ari adalah makam Nyai Nafidoh, istri KH Hasyim Asy'ari.

Di tempat tersebut juga dimakamkan ayah Gus Dur, KH Wahid Hasyim, menteri agama pertama. Juga ada makam KH Yusuf Hasyim, mantan pengasuh Ponpes Tebuireng yang meninggal setahun lalu. Makam Gus Dur juga diteduhi oleh tiga pohon palem yang berdiri di sekitar liang lahad.

''Pertimbangannya tempatnya lapang, jadi biar memudahkan upacara,'' kata Pengasuh Ponpes Tebuireng Salahuddin Wahid. Selama ini posisi di sebelah utara makam KH Hasyim Asy'ari dihindari. Ini untuk menghormati pendiri Ponpes Tebuireng tersebut. ''Tapi, sekaliber Gus Dur yang pernah jadi presiden, tidak apalah,'' kata Agus Muhammad Zaki, salah seorang pengurus Ponpes Tebuireng.

Sejak kabar meninggalnya Gus Dur tersiar, pelayat mulai berdatangan ke ponpes di Jalan Hasyim Asy'ari, Jombang tersebut. Bahkan sebelum subuh, Masjid Kasipuhan di kompleks ponpes sudah dipenuhi massa. Begitu juga pendapa joglo di sekitar makam. Mereka membaca tahlil dan mendoakan Gus Dur.

Tidak ada pengamanan dari malam hingga pagi kemarin. Karena itu, para pelayat leluasa hilir mudik di lokasi pemakaman. Baru pada pukul 08.00, petugas keamanan melakukan pembersihan. Semua pelayat, kecuali keluarga, diminta ke luar ponpes. Ini agar petugas bisa menyiapkan upacara kenegaraan. Juga memberi kesempatan kepada Paspampres untuk melakukan penyisiran terhadap kemungkinan bom.

Tidak mudah meminta ribuan pelayat keluar dari halaman ponpes. Pasukan Kostrad dan Brimob yang mestinya menjadi petugas upacara terpaksa dikerahkan untuk meminta pelayat keluar. ''Karena ada presiden, semua yang masuk harus melalui pemeriksaan,'' kata Kepolres Jombang AKBP Tomsi Tohir.

Hanya keluarga dan wartawan yang akhirnya diperbolehkan berada di areal pemakaman. Barulah petugas upacara bisa melaksanakan geladi bersih.

Semakin siang suasana di luar pagar Ponpes Tebuireng semakin ramai. Ratusan ribu pelayat sudah berada di Jalan Hasyin Asy'ari di depan ponpes. Mereka memaksa masuk ke areal pemakaman. Akhirnya Paspampres meminta pihak ponpes menyeleksi tamu yang melayat. Hanya kerabat dan tamu penting yang diperkenankan masuk.

Jenazah Gus Dur yang dibawa dengan mobil VW Caravelle tiba sekitar pukul 11.30. Untuk memberi kesempatan masyarakat luas melakukan salat jenazah, jasad Gus Dur dibawa ke Masjid Ulul Albab, yang berada 500 meter arah barat Ponpes Tebuireng. Kedatangan jenazah Gus Dur itu disambut dengan tahlil dan takbir para pelayat. Bendera Nahdlatul Ulama (NU) dan bendera PKB berkibar di segala penjuru. Begitu juga foto Gus Dur. Para pelayat juga berusaha menyentuh peti cucu pendiri NU tersebut.

Selesai disalati, barulah pukul 12.15 jenazah dibawa ke Ponpes Tebuireng. Saat jenazah akan masuk Ponpes Tebuireng itulah pengamanan aparat jebol. Begitu pintu gerbang dibuka untuk memberikan ruang bagi kendaraan jenazah Gus Dur, ribuan orang merangsek masuk.

Bukan hanya itu. Rupanya ribuan orang juga melompati pagar-pagar tembok di sekeliling ponpes. Aparat keamanan tidak bisa berbuat banyak kecuali pasrah.

Kekisruhan kembali terjadi saat rombongan menteri dan pejabat negara datang dengan bus milik Pemprov Jatim. Massa pun berebut masuk bersamaan dengan dibukanya pintu gerbang.

Satu per satu para pejabat itu masuk ponpes. Mulai Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menkeu Sri Mulyani, Menkum Ham Patrialis Akbar, Menlu Marty Natalegawa, Mendagri Gamawan Fauzi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Endang Rahayu S., Menteri Negara PDT A. Helmy Faishal Zaini, dan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Beberapa tokoh lain juga hadir, seperti Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D., Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, beserta semua kepala staf TNI. Hadir juga Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi, dan sejumlah bupati.

Tidak hanya itu. Para tokoh lain juga terlihat, seperti Hariman Siregar, Ulil Absar Abdala, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Wapres Try Sutrisno, dan mantan calon presiden Prabowo Subianto.

Di bagian lain, para kiai juga hadir. Di antaranya KH Maimun Zubair, KH Abdurrahman Chudlori, KH Fawaid As'ad, KH Idris Marzuki, KH Muchit Muzadi, dan KH Hasyim Muzadi.

Begitu masuk Ponpes Tebuireng, jenazah Gus Dur langsung dibawa ke pendapa joglo di dekat lokasi pemakaman. Ny Sinta Nuriyah dan keempat putrinya -Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari- mengikuti di belakang jenazah. Dari keempat putri Gus Dur, Yenny, panggilan akrab Zannuba Arifah Chafsoh, yang terlihat paling shock. Maklum, Yenny yang paling dekat dengan Gus Dur dan satu-satunya yang mengikuti jejak ayahnya.

Petugas sempat kesulitan menyiapkan upacara. Butuh waktu satu jam lebih bagi petugas untuk menyiapkan pasukan dan mengatur pelayat. Skenario upacara yang terlihat saat geladi bersih rupanya tidak bisa berjalan sempurna. Ini karena pelayat tidak bisa disingkirkan dari lokasi upacara. Karpet merah untuk tempat upacara justru oleh pelayat dijadikan tempat duduk. Mereka dengan santai duduk di depan pasukan TNI dan Polri yang menjadi petugas upacara.

Beberapa kali petugas berusaha mengusir pelayat dari lokasi upacara, tapi tidak berhasil. Akhirnya upacara dilanjutkan. SBY yang datang bersama Ani Yudhoyono menjadi inspektur upacara.

Sebelum dimasukkan ke liang lahad, jenazah Gus Dur diperiksa oleh KH Maimun Zubair. Barulah perlahan-lahan tubuh Gus Dur diangkat dari peti jenazah dan dimasukkan ke liang lahad. Tangis ratusan ribu pelayat pun pecah bersamaan dengan alunan tahlil.

Begitu prosesi pemakaman rampung, presiden dan para menteri meninggalkan Ponpes Tebuireng. Setelah itu pintu gerbang ponpes dibuka untuk umum. (tom/kum)

Tidak ada komentar: