JP. Kamis, 31 Desember 2009
REMBANG - Tokoh terakhir yang ditemui Gus Dur sebelum meninggal dunia adalah KH A. Mustofa Bisri alias Gus Mus. Secara khusus, Gus Dur datang ke Rembang, Jawa Tengah, untuk menemui Gus Mus di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Raudlatul Tholibin, pada 24 Desember lalu.
''Saya bertemu selama tiga jam di rumah. Ya, ngobrol macam-macam. Soal keluarga, kawan-kawan lama, biasalah guyon-guyon,'' kata Gus Mus saat dihubungi Jawa Pos tadi malam (30/12).
Gus Dur dan Gus Mus memang sangat dekat. Menurut Gus Mus, dia mengenal Gus Dur sejak berusia 19 tahun. Keduanya sama-sama kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Namun, Gus Dur tidak sampai tamat dan melanjutkan kuliah ke Iraq.
Dalam pertemuan di rumah Gus Mus tersebut, Gus Dur membicarakan teman-temannya yang sudah wafat. ''Termasuk Kiai Wahab Rembang yang baru saja meninggal,'' kata kiai kelahiran 10 Agustus 1944 itu. Namun, saat itu Gus Mus tidak melihat hal tersebut sebagai firasat bahwa Gus Dur akan pergi selama-lamanya.
Gus Mus mengaku tidak ingat secara persis percakapan dengan Gus Dur selama tiga jam tersebut. Hanya, saat itu banyak yang menduga Gus Dur dan Gus Mus membicarakan muktamar NU yang berlangsung pada Maret nanti. ''Sama sekali tidak ada pembicaraan soal muktamar NU,'' kata Gus Mus.
Pembicaraan yang masih diingat detail oleh Gus Mus adalah saat Gus Dur dengan bangga bercerita tentang Presiden Maladewa Mohamed Nasheed. ''Binaan saya di Mesir jadi presiden lho. Kalau kita ke Maladewa jadi tamu negara,'' kata Gus Mus menirukan ucapan Gus Dur saat itu.
Menurut Gus Mus, Mohamed Nasheed juga pernah kuliah di Universitas Al Azhar. Selama kuliah, Nasheed cukup dekat dengan Gus Dur. Bahkan, Gus Dur menyebut Nasheed sebagai binaannya.
Pertemuan dengan Gus Mus itu sebenarnya sudah lama direncanakan oleh Gus Dur. Beberapa kali Gus Dur menelepon dan menyatakan keinginannya untuk main ke Rembang. Namun, agenda itu beberapa kali tertunda karena berbagai kesibukan keduanya. ''Saya juga sempat ke luar negeri,'' katanya.
Pada 24 Desember itu sebenarnya mereka menjadwalkan pertemuan pada sore hari. Jadwal semula, Gus Dur berangkat dari Jakarta pukul 14.30. Sebab, paginya Gus Dur ingin mampir ke Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta untuk mengucapkan selamat Natal. Tapi, agenda ke Kedubes Vatikan itu dibatalkan. Gus Dur take off dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.00.
Seusai dari Rembang, Gus Dur melanjutkan perjalanan ke Jombang. Dia mampir makan di Rumah Makan Pangestu, Tuban. Di sinilah kondisi Gus Dur drop dan sempat masuk rumah sakit. Gus Dur sempat akan dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, namun dibatalkan dan akhirnya menginap di Hotel Shangri-La. (tom/kum)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar