JP. kamis, 31 Desember 2009
Gus Dur melahirkan sejumlah tokoh nasional. Beberapa pemimpin saat ini merupakan didikan langsung mantan presiden ke-4 itu. Inilah sejumlah "tetesan" Gus Dur yang direkam anak asuhnya itu:
---
Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim
Bukan Sosok yang Kemaruk Harta
SATU ajaran Gus Dur yang tak terlupakan bagi Saifullah Yusuf ialah filosofi hidup sederhana. Pelajaran hidup sederhana itu senantiasa dinasihatkan Gus Dur kepada orang-orang terdekatnya. "Beliau selalu mengajarkan hidup sederhana, apa adanya, dan jangan kemaruk harta," ucap pria yang biasa disapa Gus Ipul itu.
Tidak kemaruk harta itu, menurut Gus Ipul, ditunjukkan Gus Dur ketika menjabat sebagai kepala negara. Dia selalu mendahulukan kepentingan banyak orang, bukan kepentingan memperkaya diri sendiri. "Salah satu yang tidak terlupakan ya keputusannya neriman saat dilengser dulu," kenangnya.
Contoh lain, hingga saat ini Gus Dur belum menyelesaikan pembangunan pesantren yang didirikan di Ciganjur. Padahal, di tempat lain, Gus Dur sering membantu dan memajukan pesantren. "Hal-hal seperti itu kan sebuah teladan yang beliau tunjukan pada kita," ujarnya. (gun/tof)
---
Khofifah Indar Parawansa, Ketum PP Muslimat
Jadilah Dirimu Sendiri
KHOFIFAH tidak akan pernah melupakan wejangan yang diberikan Gus Dur. Yakni, untuk menjadi diri sendiri, menjadi manusia yang lebih berkarakter, dan memperkuat integritas diri. Terlebih, bagi Khofifah, Gus Dur adalah sosok yang menjaga konsistensi dan karakteristik dalam kepemimpinan maupun pemikiran. "Konsistensi itu yang membuatnya sering dituding macam-macam," katanya.
Kesan itulah yang membuat Khofifah semakin dewasa dalam garis politiknya. Pun ketika dia merapat ke pihak Alwi Shihab-Saifullah Yusuf saat terjadi kemelut di dalam tubuh PKB. "Saat itu, saya dengan grupnya Pak Alwi memang agak tajam. Setelah semuanya selesai, saya sowan ke Gus Dur dan dia menerima dengan tangan terbuka," tuturnya. (dim/agm)
---
Mahfud M.D., Ketua Mahkamah Konstitusi
Berpendirian Keras, Hati Lembut
MAHFUD selama ini sangat dekat dengan Gus Dur. Berkat Gus Durlah, Mahfud menjadi tokoh yang diperhitungkan di panggung nasional. Saat Gus Dur menjadi presiden, dia diangkat menjadi menteri pertahanan. Banyak kalangan menilai jabatan itu sebenarnya tidak pas dengan kompetensi Mahfud yang dikenal sebagai pakar hukum tata negara.
Sejak itu, hubungan Gus Dur dan Mahfud sangat dekat. Ketika Gus Dur akan dilengserkan dari kursi presiden, Mahfud termasuk salah satu bumper yang berupaya menangkis setiap serangan pelengseran tersebut.
Menurut Mahfud, bukan hanya bangsa Indonesia yang kehilangan atas wafatnya Gus Dur. Dunia juga sangat kehilangan tokoh sekaliber Gus Dur. Banyak kelebihannya yang selama ini tidak dimiliki tokoh mana pun. "Saya kira semuanya kehilangan," katanya.
Meski dikenal berpendirian keras, lanjut Mahfud, Gus Dur berhati lembut. Dia juga orang yang pemaaf. Orang-orang yang sempat memusuhi tetap diterima Gus Dur dengan tangan terbuka. (tom/dwi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar